SMAN 4 Barru Gelar Proyek Kokurikuler Pengolahan Limbah Berbasis PBLHS

Penulis: - Kamis, 14 Mei 2026
SMAN 4 Barru Gelar Proyek Kokurikuler Pengolahan Limbah Berbasis PBLHS

BARRU, 14 Mei 2026 – Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi Kurikulum Merdeka, SMA Negeri 4 Barru menggelar kegiatan kokurikuler Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP).

Mengusung tema besar "Recycle Revolution: Mengubah Limbah Menjadi Bernilai dan Ramah Lingkungan", seluruh siswa kelas X terlibat aktif dalam aksi nyata penyelamatan bumi.

​Kegiatan yang berlangsung selama dua pekan, mulai Senin, 11 Mei hingga Jumat, 22 Mei 2026, ini dipusatkan di lingkungan sekolah yang berlokasi di Desa Cilellang, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru.

​Inovasi Pengolahan Limbah: Dari BBM hingga Pupuk

​Proyek ini membagi kreativitas siswa ke dalam dua fokus utama berdasarkan jenis limbah yang diolah:

  1. Konversi Sampah Plastik Menjadi BBM: Dilaksanakan oleh siswa kelas X A dan X B. Melalui proses pirolisis sederhana, siswa belajar menyuling sampah plastik anorganik menjadi bahan bakar minyak alternatif.
  2. Transformasi Sampah Organik Menjadi Kompos: Dilaksanakan oleh siswa kelas X C, X D, dan X E. Siswa mengolah sisa dedaunan dan limbah organik dari lingkungan sekolah menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi.

​Integrasi Budaya PBLHS

​SMAN 4 Barru terus berupaya mengintegrasikan budaya Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) ke dalam proses belajar mengajar.

​"Proyek ini bukan sekadar tugas sekolah, melainkan upaya membentuk karakter siswa yang peduli terhadap ekosistem. Kami ingin siswa melihat bahwa sampah bukanlah masalah, melainkan potensi ekonomi jika dikelola dengan ilmu pengetahuan," ujar Ketua Tim Adiwiyata SMAN 4 Barru, Ilham, S.Pd., M.Pd.

​Tahapan dan Kolaborasi

​Seluruh proses dilakukan secara berkelompok dengan bimbingan intensif dari guru fasilitator. Alur kerja mengacu pada modul proyek yang sistematis, meliputi:

  • ​Eksplorasi & Pengumpulan: Siswa mengumpulkan bahan baku dari seluruh area sekolah.
  • Produksi: Menggunakan peralatan yang sebagian dibawa dari rumah siswa untuk mendukung kemandirian.
  • Evaluasi: Memastikan hasil akhir (BBM dan Kompos) sesuai dengan standar yang diharapkan.

​Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi warga sekolah dan masyarakat sekitar untuk mulai menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle secara konsisten demi masa depan lingkungan yang lebih hijau.