BARRU – Dalam upaya nyata mendukung program Sekolah Adiwiyata dan membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan, SMA Negeri 4 Barru sukses menggelar kegiatan kokurikuler Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP). Mengusung tema "Hijau Lahanku, Lestari Sekolahku", proyek ini fokus pada transformasi pemanfaatan aset sekolah, yakni mengubah lahan tidur yang tidak produktif menjadi lahan subur siap tanam.
Kegiatan yang berlangsung intensif selama dua pekan, mulai tanggal 11 hingga 22 Mei 2026 ini, menyasar seluruh siswa tingkatan Kelas XI. Melalui proyek ini, area-area sekolah yang mulanya terbengkalai kini telah siap diproyeksikan sebagai pusat eduedukasi pertanian perkotaan (green lab) mini di lingkungan sekolah.
Kepala SMAN 4 Barru menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar aktivitas fisik menata lingkungan, melainkan medium strategis dalam menerjemahkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila ke dalam aksi nyata.
"Melalui tema 'Hijau Lahanku, Lestari Sekolahku', kita tidak hanya ingin menghijaukan sekolah secara fisik. Jauh yang lebih penting adalah menanamkan kesadaran lingkungan yang mendalam. Kami ingin melihat bagaimana dimensi profil lulusan siswa berkembang secara nyata, khususnya dalam aspek hubungan harmonis dengan lingkungan, semangat kerja sama (gotong royong), serta rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan," ujarnya.
Selama dua minggu pelaksanaan, para siswa Kelas XI tampak antusias membagi peran secara berkelompok. Proses pembelajaran diawali dengan pemetaan lahan, penggemburan tanah secara manual, pencampuran pupuk organik untuk mengembalikan kesuburan tanah, hingga pembuatan bedengan siap tanam.
Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek ini juga memperkuat posisi SMAN 4 Barru sebagai salah satu institusi pendidikan di Kabupaten Barru yang berkomitmen penuh pada implementasi program Sekolah Adiwiyata. Dengan mengubah lahan kritis menjadi produktif, sekolah berhasil menciptakan ekosistem belajar yang sehat, sekaligus memberikan pengalaman langsung (hands-on learning) kepada siswa mengenai pentingnya ketahanan pangan lokal dan kelestarian ekosistem.
Dengan berakhirnya fase persiapan lahan ini pada 22 Mei kemarin, agenda berikutnya adalah memasuki tahap penanaman dan perawatan berkala yang akan dikelola langsung oleh para siswa. Proyek ini diharapkan dapat menjadi pemantik konsistensi warga sekolah dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

